Google search

Jumat, 08 April 2011

5 Kesalahan Umum Dalam Mengajar

     
          Guru adalah manusia biasa yang tidak mungkin bisa lepas dari kesalahan, dalam aktivitas mengajar, ada beberapa hal yang bisa dibilang jamak dan lumrah terjadi. Mungkin hal tersebut (karena begitu sering) akhirnya menjadi hal yang dianggap biasa dan remeh, padahal disadari atau tidak, hal-hal tersebut bisa mempengaruhi jalannya kegiatan belajar mengajar, dan terutama berpengaruh pada kemempuan dan kemauan siswa menerima pelajaran.

Hal-hal tersebut antara lain :


1. Campur tangan yang berlebih
    Apabila guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung (biasanya berupa diskusi) dengan komentar, pertanyaan atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan terganggu atau terputus. Hal ini akan memberi kesan pada siswa bahwa guru tidak memperhatikan keterlibatan dan kebutuhan siswa.
2. Putus Jalan
    Hal ini terjadi manakala guru gagal secara tepat menyelesaikan atau melengkapi suatu instruksi, penjelasan, petunjuk atau komentar, kemudian menghentikan penjelasan atau sajian pelajaran tanpa alasan yang jelas (biasanya terjadi karena guru kurang menguasai materi yang tengah disampaikan). Putus jalan dapat pula terjadi dalam bentuk diam yang terlalu lama (guru tengah merenung atau memikirkan solusi). Hal ini disadari atau tidak dapat menimbulkan keragu-raguan dalam diri siswa tentang kapabilitas guru yang bersangkutan (terutama bagi siswa yang memiliki kemampuan otak cepat dan kritis), sementara bagi siswa yang lambat dan pasif, putus jalan yang dialami guru membuat pikirannya menggantung diawang-awang dan tidak terselesaikan dengan solusi atau penjelasan yang pasti, yang justru membuatnya semakin bingung.
3. Tidak tepat dalam memulai dan mengakhiri kegiatan
    Hal ini dapat terjadi bila guru memulai suatu hal (penjelasan) tanpa menyelesaikan hal (penjelasan) sebelumnya, dan atau kemudian kembali pada hal (penjelasan) sebelumnya. Maknanya adalah bahwa seringkali ketika sedang menjelaskan suatu materi, seorang guru secara tiba-tiba berpindah kemateri lain yang sebenarnya tidak memiliki korelasi dengan materi yang tengah ia ajarkan, kemudian kembali lagi menjelaskan materi yang sebelumnya. Hal ini justru akan membingungkan siswa dalam menerima materi yang disampaikan. Ada baiknya jika guru hendak menyampaikan materi lain untuk menyelesaikan dahulu materi sebelumnya, atau jika terpaksa harus ditengah-tengah, seyogyanya ia menyampaikan pada siswa bahwa materi itu adalah tambahan atau intermezo agar siswa bisa menyesuaikan pola pikir mereka.
4. Penyimpangan
    Penyimpangan sering terjadi karena guru terlalu asyik dengan bahasan materi yang tengah ia sampaikan (biasanya karena ia merasa sangat menguasai materi tersebut), dan akibat terlalu asyik tersebut, seringkali ia tidak sadar jika penjelasannya sudah menyimpang dari konteks atau bahkan terlalu tinggi untuk sanggup dijangkau siswa. Akibatnya bisa ditebak, siswa akan sibuk dengan dirinya sendiri dan tak lagi mendengarkan guru, atau kalaupun menyimak, hanya akan masuk telinga kanan keluar telinga kiri.
5. Bertele-tele
    Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan guru terlalu mengulang hal-hal yang sedang dibahas melebihi yang selazimnya, terlalu memperpanjang keterangan atau penjelasan, mengubah teguran sederhana menjadi ocehan panjang yang melelahkan telinga dan sebagainya.
Sumber rujukan : Buku "Menjadi Guru Favorit" Karangan Asef Umar Fakhruddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar