Google search

Sabtu, 02 April 2011

Tentang Guru


Seorang teman pernah berkata kepada penulis bahwa guru itu memiliki celah untuk masuk surga, namun juga mudah masuk neraka karena pekerjaan mereka…hmm…..

Dia lalu memberi penjelasan…
Untuk masuk surga, seorang guru diberi kesempatan dengan menjadi seorang guru yang bertanggung jawab, jujur, dan konsekuen.

Seorang guru yang bertanggung jawab,  ia akan bertanggung jawab terhadap setiap hal hal berkaitan dengan dirinya. Ia akan bertanggung jawab untuk datang dan pulang sesuai jam kerjanya (jam kerja guru adalah jam 07:00 hingga jam 13:00). Ia juga akan bertanggung jawab untuk selalu mengajar muridnya dengan pelajaran yang bermutu dan berkualitas dimana apabila ia belum mengetahui tentang sesuatu hal yang sekiranya itu penting dan berguna bagi muridnya, ia tidak segan untuk mencari dan bertanya. Seorang guru yang bertanggung jawab juga tidak akan melupakan aspek mental dan moral muridnya, ia akan selalu berusaha untuk menanamkan budi pekerti luhur, nilai-nilai akidah akhlak keagamaan dan moral bagi muridnya karena bagaimanapun juga muridnya adalah tanggung jawabnya. Seorang guru yang bertanggung jawab juga tidak akan meningalkan kelas dalam keadaan tanpa guru, tanpa pelajaran, karena ia telah diberi amanah untuk memberikan ilmu bagi muridnya.
Guru yang jujur juga akan selalu memberikan yang terbaik bagi muridnya, ia akan memberikan ilmu yang ia ketahui demi kebaikan muridnya. Ia juga akan jujur untuk tidak meminta sesuatu yang memang tidak ia butuhkan, apalagi sesuatu yang tidak seharusnya ia dapatkan.
Dan guru yang konsekuen, ia akan terus berusaha menjadi seseorang yang lebih baik, seseorang yang bisa selalu memberi yang terbaik tidak hanya bagi muridnya ataupun sekolahnya, namun juga menjadi seseorang yang terbaik dan menjadi panutan bagi keluarganya, bagi masyarakat sekitarnya bahkan bagi bangsa dan negaranya.
Untuk masuk neraka pun guru diberi jalan yang tidak kalah banyak, menjadi guru yang doyan bolos, rajin berangkat siang dan pulang awal, acuh terhadap pendidikan akademis apalagi pendidikan mental dan moral muridnya, menjadi jalan yang paling banyak ditempuh guru bermasalah. Seorang guru yang tidak jujur, mengambil apa yang tidak seharusnya ia ambil (begitu banyak kasus terjadi tentang guru/sekolah yang bermasalah dalam penyaluran beasiswa bagi anak miskin, BOS ataupun dana lainnya) meskipun ia sebenarnya telah berkecukupan dari apa yang ia dapat sebagai guru (guru sekarang memiliki penghasilan gaji pokok+tunjangan yang OK untuk hidup berkecukupan, apalagi mereka yang menerima sertifikasi). Dan guru yang tidak konsekuen dengan pekerjaannya, ia akan bertingkah semaunya tanpa peduli apakah ia baik atau buruk. Ia tak akan peduli seandainya ia menjadi figur yang justru paling dijauhi oleh murid, rekan, bahkan keluarga dan masyarakat.

Well…itu adalah deskripsi good teacher dan bad teacher menurut teman penulis, mungkin definisi guru yang ia paparkan terlalu formal, yaitu guru yang berada disekolah. Berbeda dengan definisi penulis, karena bagi penulis, setiap orang adalah guru. Guru bagi dirinya, guru bagi istrinya, guru bagi anaknya, guru bagi saudaranya, rekannya, tetangganya dan mungkin juga guru bagi masyarakat sekitarnya…

“…Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…” (HR. Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 1829)

Jadi, guru yang seperti apakah anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar