Seorang teman pernah berkata kepada penulis bahwa guru itu memiliki
celah untuk masuk surga, namun juga mudah masuk neraka karena pekerjaan mereka…hmm…..
Dia lalu memberi penjelasan…
Untuk masuk surga, seorang guru diberi kesempatan dengan menjadi seorang
guru yang bertanggung jawab, jujur, dan konsekuen.
Seorang guru yang bertanggung jawab,
ia akan bertanggung jawab terhadap setiap hal hal berkaitan dengan
dirinya. Ia akan bertanggung jawab untuk datang dan pulang sesuai jam kerjanya
(jam kerja guru adalah jam 07:00 hingga jam 13:00). Ia juga akan bertanggung
jawab untuk selalu mengajar muridnya dengan pelajaran yang bermutu dan
berkualitas dimana apabila ia belum mengetahui tentang sesuatu hal yang
sekiranya itu penting dan berguna bagi muridnya, ia tidak segan untuk mencari
dan bertanya. Seorang guru yang bertanggung jawab juga tidak akan melupakan
aspek mental dan moral muridnya, ia akan selalu berusaha untuk menanamkan budi
pekerti luhur, nilai-nilai akidah akhlak keagamaan dan moral bagi muridnya
karena bagaimanapun juga muridnya adalah tanggung jawabnya. Seorang guru yang
bertanggung jawab juga tidak akan meningalkan kelas dalam keadaan tanpa guru,
tanpa pelajaran, karena ia telah diberi amanah untuk memberikan ilmu bagi
muridnya.
Guru yang jujur juga akan selalu memberikan yang terbaik bagi
muridnya, ia akan memberikan ilmu yang ia ketahui demi kebaikan muridnya. Ia
juga akan jujur untuk tidak meminta sesuatu yang memang tidak ia butuhkan,
apalagi sesuatu yang tidak seharusnya ia dapatkan.
Dan guru yang konsekuen, ia akan terus berusaha menjadi seseorang yang
lebih baik, seseorang yang bisa selalu memberi yang terbaik tidak hanya bagi
muridnya ataupun sekolahnya, namun juga menjadi seseorang yang terbaik dan
menjadi panutan bagi keluarganya, bagi masyarakat sekitarnya bahkan bagi bangsa
dan negaranya.
Untuk masuk neraka pun guru diberi jalan yang tidak kalah banyak, menjadi
guru yang doyan bolos, rajin berangkat siang dan pulang awal, acuh terhadap
pendidikan akademis apalagi pendidikan mental dan moral muridnya, menjadi jalan
yang paling banyak ditempuh guru bermasalah. Seorang guru yang tidak jujur,
mengambil apa yang tidak seharusnya ia ambil (begitu banyak kasus terjadi
tentang guru/sekolah yang bermasalah dalam penyaluran beasiswa bagi anak miskin,
BOS ataupun dana lainnya) meskipun ia sebenarnya telah berkecukupan dari apa
yang ia dapat sebagai guru (guru sekarang memiliki penghasilan gaji
pokok+tunjangan yang OK untuk hidup berkecukupan, apalagi mereka yang menerima
sertifikasi). Dan guru yang tidak konsekuen dengan pekerjaannya, ia akan
bertingkah semaunya tanpa peduli apakah ia baik atau buruk. Ia tak akan peduli
seandainya ia menjadi figur yang justru paling dijauhi oleh murid, rekan,
bahkan keluarga dan masyarakat.
Well…itu adalah deskripsi good teacher dan bad teacher menurut teman
penulis, mungkin definisi guru yang ia paparkan terlalu formal, yaitu guru yang
berada disekolah. Berbeda dengan definisi penulis, karena bagi penulis, setiap
orang adalah guru. Guru bagi dirinya, guru bagi istrinya, guru bagi anaknya,
guru bagi saudaranya, rekannya, tetangganya dan mungkin juga guru bagi
masyarakat sekitarnya…
“…Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap
pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…” (HR.
Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 1829)
Jadi, guru yang seperti apakah anda?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar